Berdasarkan pemberitahuan dari http://www.lpmpdki.web.id/index.php/informasi-lpmp-dki/253-nuptk-online yang berisikan :

Dengan hormat, kami sampaikan bahwa berdasarkan penjelasan Direktorat Jenderal PMPTK tentang editing data, mutasi, dan pembuatan NUPTK baru, akan dilakukan secara online.

Sehubungan dengan itu maka dalam kegiatan pendataan Tenaga Pendidik dan Kependidikan. LPMP tidak mempunyai otoritas untuk melakukan editing data, mutasi dan pengajuan NUPTK baru terhitung mulai tanggal 01 Februari 2011.

Untuk selanjutnya proses editing data, mutasi, dan pegajuan NUPTK baru dilakukan oleh operator suku dinas pendidikan masin-masing wilayah.

Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih

Nah sehubungan dengan pemberitahuan diatas maka :

Buat teman teman yang menjadi tenaga pendidik, tentu tidak asing dengan istilah NUPTK???

NUPTK adalah Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sepengetahuan saya, salah satu kegunaan NUPTK ini adalah untuk urusan dana fungsional dan sertifikasi. 1 tenaga pendidik 1 NUPTK yang sama, meski berpindah Satminkal/ sekolah induk. Artinya, NUPTK tidak berubah meski sang pemilik berpindah- pindah sekolah induk.

Perpindahan satminkal, menyebabkan seorang pendidik harus melakukan mutasi NUPTK. Agar nanti NUPTK bisa digunakan untuk mengajukan sertifikasi melalui satminkal baru.

Bagaimana melakukan mutasi NUPTK??? Biasanya antar satu provinsi dengan provinsi lain memiliki kebijakan yang berbeda- beda.

Nah dalam tulisan ini, saya akan membagi pengalaman teman istri saya ketika akan melakukan mutasi NUPTK karena perpindahan satminkal. Agar lebih mudah difahami, saya akan mengawali dengan kronologis kenapa teman istri saya harus melakukan mutasi tersebut.

Tahun 2006, teman istri saya bernama Nandra Dewita dengan NUPTK 0433756657300192 mengajar di sebuah sekolah negeri di SMA N 01 Lubuk Pinang  kabupaten Mukomuko Propinsi Bengkulu. Pada tahun pertama, sekolah mengajukan beliau untuk mendapatkan NUPTK. Setahun kemudian beliau diterima untuk mendapat NUPTK.

Pada tahun 2010, beliau berpindah mengajar di sekolah negeri di daerah Suranti Sumatra Barat. Ketika sekolah yang baru mengajukan beliau untuk memperoleh NUPTK, maka tertolak karena double counting. Artinya, beliau sudah memiliki NUPTK di sekolah sebelumnya.

Berhubung sebelumnya satminkal beliau di Bengkulu, dan sekarang di Sumatra Barat, maka beliau harus melakukan mutasi NUPTK dari satminkal beliau dulu ke satminkal yang sekarang agar NUPTK beliau tidak tertolak.

Begitulah kronologis kenapa teman istri saya harus melakukan mutasi NUPTK.

dalam kebingungan bagaimana cara mengurus NUPTK maka saya coba tanya mbah google piye to carane ngurus mutasi NUPTK ?

kata mbah google menurut postingan mbak prastiwi bakti nurani di http://edukasi.kompasiana.com/2011/11/10/mutasi-nuptk/

Katanya dalam melakukan mutasi NUPTK, Seorang pendidik cukup melapor ke disdikpora kabupaten sekolah asal pada bagian tendik untuk di proses. Pendidik akan ditanya mengenai sekolah asal untuk dicocokkan dengan data yang sudah ada, sekolah baru dan TMT sekolah baru. Setelah diproses dalam waktu hanya beberapa menit, maka pendidik akan diberikan data dalam bentuk soft copy untuk diimpor ke disdikpora kabupaten sekolah baru. Maka NUPTK sudah bisa dipakai untuk mengajukan sertifikasi.

Buat teman- teman pendidik, semoga tulisan ini bisa membantu dan bermanfaat…terutama bagi yang mau melakukan mutasi NUPTK.

Buat uni nandra semoga urusannya dimudahkan!!!!!

Wasalam.

About these ads